Menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Facebook diyakini telah memberi pengaruh besar pada banyak aspek kehidupan, baik yang sifatnya positif maupun negatif.
Penggunaan jejaring sosial di kalangan remaja dan anak-anak pun dinilai sangat membantu.
Tetapi di balik manfaatnya, para dokter anak di Amerika Serikat memperingatkan akan kemungkinan dampak buruknya.
Sekelompok dokter yang tergabung dalam American Academy of Pediatrics memperingatkan para orang tua akan munculnya risiko depresi akibat penggunaan situs jejaring sosial ini. Mereka menyebut gejala "Facebook Depression" dapat mengancam para remaja akibat terobsesi dengan situs online tersebut.Sebelumnya, para pakar menyatakan ketidaksetujuannya kalau Facebook berkaitan langsung dengan depresi pada beberapa anak. Mereka menilai, untuk menyimpulkan hubungan antara situs pertemanan dengan gejala depresi pada anak tidaklah mudah.
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Maret 2011
Jumat, 25 Maret 2011
Dudukan Toilet Bisa Tularkan Infeksi?
Membayangkan dudukan toilet di tempat umum yang sudah dipakai banyak orang sering menimbulkan kekhawatiran akan kebersihannya. Beberapa orang bahkan takut menggunakan toilet umum karena tak ingin terkena kuman dan virus penyebab penyakit menular seksual.
Menurut dr Sophia Yen, peneliti senior dari Lucile Packrad Children Hospital, kekhawatiran akan penularan infeksi menular seksual (IMS) dari dudukan toilet sebenarnya tidak beralasan. Ia menyebutkan, virus dan bakteri penyebab IMS tidak bisa hidup di luar tubuh dalam waktu lama, apalagi di suhu dingin dan permukaan keras seperti dudukan toilet.
"Lagi pula virus dan bakteri penyebab IMS tidak ada dalam urine. Karena itu, risiko tertular IMS dari penggunaan toilet umum sangat kecil, bahkan hampir tidak ada," katanya.
Menurut dr Sophia Yen, peneliti senior dari Lucile Packrad Children Hospital, kekhawatiran akan penularan infeksi menular seksual (IMS) dari dudukan toilet sebenarnya tidak beralasan. Ia menyebutkan, virus dan bakteri penyebab IMS tidak bisa hidup di luar tubuh dalam waktu lama, apalagi di suhu dingin dan permukaan keras seperti dudukan toilet.
"Lagi pula virus dan bakteri penyebab IMS tidak ada dalam urine. Karena itu, risiko tertular IMS dari penggunaan toilet umum sangat kecil, bahkan hampir tidak ada," katanya.
Kamis, 24 Maret 2011
Pola Makan Modern Picu Kanker Kolorektal
Seberapa tahukah Anda tentang kanker kolorektal? Istilah kanker kolorektal terkait dengan organ usus besar (kolon) dan usus pembuangan akhir (rektum). Kanker usus besar (kolon) dan usus pembuangan akhir memiliki banyak persamaan. Oleh sebab itu, seringkali secara bersama-sama disebut dengan kanker kolorektal.
Kanker ini merupakan jenis kanker terbesar ketiga dunia dari segi jumlah penderitanya. Kanker kolorektal juga merupakan penyebab kematian nomor dua du dunia, di mana faktor usia turut mempengaruhi. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan sekitar 700 ribu orang meninggal akibat kanker kolorektal setiap tahunnya.
Biasanya, risiko menderita kolorektal ini meningkat tajam setelah usia 50-55 tahun. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari kanker ini adalah dengan pola makan sehat.
Spesialis Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Fiastuti Witjaksono menyatakan, faktor pencegahan memegang peran penting dalam pengendalikan kanker kolorektal. "Pencegahan akan lebih baik daripada mengobati," ungkapnya di Jakarta Rabu, (23/3/2011).
Menurutnya, salah satu pemicu utama terjadinya kanker kolorektal adalah kelebihan asupan makanan serta pola makan modern yang tinggi akan kadar lemak, garam, dan gula.
Kanker ini merupakan jenis kanker terbesar ketiga dunia dari segi jumlah penderitanya. Kanker kolorektal juga merupakan penyebab kematian nomor dua du dunia, di mana faktor usia turut mempengaruhi. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan sekitar 700 ribu orang meninggal akibat kanker kolorektal setiap tahunnya.
Biasanya, risiko menderita kolorektal ini meningkat tajam setelah usia 50-55 tahun. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari kanker ini adalah dengan pola makan sehat.
Spesialis Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Fiastuti Witjaksono menyatakan, faktor pencegahan memegang peran penting dalam pengendalikan kanker kolorektal. "Pencegahan akan lebih baik daripada mengobati," ungkapnya di Jakarta Rabu, (23/3/2011).
Menurutnya, salah satu pemicu utama terjadinya kanker kolorektal adalah kelebihan asupan makanan serta pola makan modern yang tinggi akan kadar lemak, garam, dan gula.
Jumat, 11 Maret 2011
Menilik Risiko Penyakit dari Jari Tangan
Kini ada cara mudah untuk mengetahui risiko penyakit yang mungkin akan diderita. Bukan melalui cek laboratorium atau menelusuri riwayat kesehatan, tapi sesederhana melihat jari-jari tangan, terutama jari telunjuk dan jari manis.
Mungkin metode ini terdengar tidak masuk akal, tapi beberapa penelitian makin banyak dilakukan untuk mendukung metode ini. Yang terbaru adalah studi yang dimuat dalam British Journal of Cancer yang menyimpulkan bahwa ukuran jari telunjuk yang lebih panjang dari jari tangan lainnya lebih rendah risikonya untuk terkena kanker prostat.
Mungkin metode ini terdengar tidak masuk akal, tapi beberapa penelitian makin banyak dilakukan untuk mendukung metode ini. Yang terbaru adalah studi yang dimuat dalam British Journal of Cancer yang menyimpulkan bahwa ukuran jari telunjuk yang lebih panjang dari jari tangan lainnya lebih rendah risikonya untuk terkena kanker prostat.
Khasiat Mandi Kembang bagi Kesehatan
Mandi kembang yang identik dengan hal sakral dan berbau mistis, ternyata juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Eleman air dan bunga sebagai media utamanya, mampu memberikan kesegaran dan kasih sayang pada jiwa serta raga.
Penelitian di Eropa mengungkapkan, mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stres, tetapi juga memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan.
Hasil studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan, penderita diabetes yang menghabiskan hanya 30 menit berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.
Sementara itu, penelitian di Jepang mengungkapkan kebiasaan berendam selama 10 menit dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung pada pria dan wanita, membantu melakukan tes olahraga lebih baik, dan mengurangi rasa sakit.
Bagaimana dengan mandi kembang? Pada hakikatnya air dan kembang merupakan dua elemen yang mampu dijadikan sarana rileksasi. Dalam falsafah pengobatan tradisional Cina, air adalah elemen yang sangat kuat dalam praktik penyembuhan energi.
Penelitian di Eropa mengungkapkan, mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stres, tetapi juga memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan.
Hasil studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan, penderita diabetes yang menghabiskan hanya 30 menit berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.
Sementara itu, penelitian di Jepang mengungkapkan kebiasaan berendam selama 10 menit dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung pada pria dan wanita, membantu melakukan tes olahraga lebih baik, dan mengurangi rasa sakit.
Bagaimana dengan mandi kembang? Pada hakikatnya air dan kembang merupakan dua elemen yang mampu dijadikan sarana rileksasi. Dalam falsafah pengobatan tradisional Cina, air adalah elemen yang sangat kuat dalam praktik penyembuhan energi.
Kamis, 10 Maret 2011
Punya Kain Batik Belum Tentu Kenal Batik
"Ketiadaan referensi tertulis mengenai koleksi motif atau corak batik tradisional menyebabkan kesenjangan pengetahuan antargenerasi. Masalah akan muncul ketika generasi tua tak sempat menurunkan seluruh ilmunya kepada generasi muda. Kesenjangan ini menimbulkan ketidakmengertian generasi muda akan kekayaan warisan masa lalu. Kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya batik Jawa kaya akan corak dan motif, yang jumlahnya bisa mencapai ribuan," begitu tulisan dalam siaran kepada pers saat peluncuran buku Teknik Ragam Hias Batik Yogya dan Solo yang berlangsung di Restoran Palalada, Grand Indonesia Shopping Town, Kamis, 10 Maret 2011.
Konon, pola batik sudah ada dalam masyarakat Indonesia sejak abad XII di Kediri, Jawa Timur. Namun, ternyata pola batik pun pernah ditemukan pula di Mesir Kuno sejak abad IV SM, juga ada di China, sejak tahun 618-794. Tetapi tidak ada literatur khusus yang mengungkapkan hal ini. Belum banyak pula literatur yang menerangkan secara pasti arti dari motif dan corak batik yang sudah berkembang begitu banyaknya, mungkin saat ini jumlahnya mencapai ribuan.
Tak ingin motif batik beserta kearifan dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya hilang, seorang intelektual Jawa, Ir Sri Soedewi Samsi, menuliskan sebuah buku bertajuk Teknik Ragam Hias Batik Yogya dan Solo. Dalam buku tersebut, Ibu Dewi, begitu ia biasa disapa, berniat mengekalkan pola batik lewat bukunya agar generasi muda Indonesia bisa mempelajari dan melestarikan warisan leluhur.
Konon, pola batik sudah ada dalam masyarakat Indonesia sejak abad XII di Kediri, Jawa Timur. Namun, ternyata pola batik pun pernah ditemukan pula di Mesir Kuno sejak abad IV SM, juga ada di China, sejak tahun 618-794. Tetapi tidak ada literatur khusus yang mengungkapkan hal ini. Belum banyak pula literatur yang menerangkan secara pasti arti dari motif dan corak batik yang sudah berkembang begitu banyaknya, mungkin saat ini jumlahnya mencapai ribuan.
Tak ingin motif batik beserta kearifan dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya hilang, seorang intelektual Jawa, Ir Sri Soedewi Samsi, menuliskan sebuah buku bertajuk Teknik Ragam Hias Batik Yogya dan Solo. Dalam buku tersebut, Ibu Dewi, begitu ia biasa disapa, berniat mengekalkan pola batik lewat bukunya agar generasi muda Indonesia bisa mempelajari dan melestarikan warisan leluhur.
Kurang Jalan Kaki, Otak Bisa Mengecil
Berjalan kaki sejauh enam mil atau 9,66 kilometer dalam satu pekan bisa menjadi solusi untuk mencegah penyusutan otak dan melawan demensia. Hal ini disampaikan sejumlah peneliti AS, Rabu (14/10/2010).
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 300 orang di Pittsburgh, AS, yang mencatat berapa jauh mereka berjalan kaki setiap pekan menunjukkan, mereka yang berjalan setidaknya enam mil atau 9,66 kilometer lebih sedikit mengalami penyusutan otak yang terkait usia daripada orang yang berjalan kurang dari itu.
"Penyusutan ukuran otak pada masa dewasa akhir dapat menyebabkan masalah pada daya ingat. Hasil penelitian kami seharusnya mendorong dirancangnya suatu latihan fisik yang baik bagi orang lanjut usia sebagai sebuah pendekatan yang menjanjikan untuk mencegah demensia dan penyakit alzheimer," kata Kirk Erickson dari Universitas Pittsburgh, AS, yang penelitiannya muncul di jurnal Neurologi.
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 300 orang di Pittsburgh, AS, yang mencatat berapa jauh mereka berjalan kaki setiap pekan menunjukkan, mereka yang berjalan setidaknya enam mil atau 9,66 kilometer lebih sedikit mengalami penyusutan otak yang terkait usia daripada orang yang berjalan kurang dari itu.
"Penyusutan ukuran otak pada masa dewasa akhir dapat menyebabkan masalah pada daya ingat. Hasil penelitian kami seharusnya mendorong dirancangnya suatu latihan fisik yang baik bagi orang lanjut usia sebagai sebuah pendekatan yang menjanjikan untuk mencegah demensia dan penyakit alzheimer," kata Kirk Erickson dari Universitas Pittsburgh, AS, yang penelitiannya muncul di jurnal Neurologi.
Perut Gendut Bikin Otak Menyusut?
Ini adalah peringatan bagi mereka yang merasa badannya semakin "melar" atau lingkar perutnya terus "membengkak". Hasil temuan terbaru para ahli di Amerika mengungkapkan, lingkar perut yang besar dapat membuat otak Anda menciut!
"Kegemukan atau obesitas memang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko mengidap diabetes tipe 2, yang juga berhubungan dengan gangguan pada kemampuan kognitif," ungkap Antonio Convit, peneliti dari New York University School of Medicine.
Dalam studinya, Convit ingin memastikan apakah obesitas juga memiliki dampak langsung terhadap struktur fisik dari otak manusia.
"Kegemukan atau obesitas memang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko mengidap diabetes tipe 2, yang juga berhubungan dengan gangguan pada kemampuan kognitif," ungkap Antonio Convit, peneliti dari New York University School of Medicine.
Dalam studinya, Convit ingin memastikan apakah obesitas juga memiliki dampak langsung terhadap struktur fisik dari otak manusia.
Kacang Ini Bikin Gampang Ereksi
Apakah Anda salah seorang penggemar kacang pistachio? Beruntunglah bila Anda pria yang rutin mengonsumsi camilan impor berharga cukup mahal ini.
Menurut sebuah penelitian, kebiasaan mengudap kacang ini ternyata berefek positif bagi kaum Adam dalam mempertahankan kejantanan.
Seperti yang dipublikasikan dalam edisi terbaru International Journal of Impotence Research: The Journal of Sexual Medicine, kebiasaan mengonsumsi pistachio dapat memperbaiki fungsi seksual pada pria yang memiliki gejala impotensi atau disfungsi ereksi (DE).
Menurut sebuah penelitian, kebiasaan mengudap kacang ini ternyata berefek positif bagi kaum Adam dalam mempertahankan kejantanan.
Seperti yang dipublikasikan dalam edisi terbaru International Journal of Impotence Research: The Journal of Sexual Medicine, kebiasaan mengonsumsi pistachio dapat memperbaiki fungsi seksual pada pria yang memiliki gejala impotensi atau disfungsi ereksi (DE).
Langganan:
Postingan (Atom)